Review iPhone 5s, Samsung Galaxy Note 3, dan Sony Xperia Z1

Posted by Kembar Pro



Dilihat hanya pada spesifikasi teknis saja, maka kita akan dibuat bingung untuk memilih antara processor iPhone 5S A7 yang sudah mensupport 64 bit dibandingkan dengan Galaxy Note yang menggunakan Quad-core 1.9 GHz Cortex-A15 & Quad-core 1.3 GHz Cortex-A7 atau processor Sony Xperia Z1 yang menggunakan Quad-core 2.2 GHz Krait 400.

Diantara semua fitur yang ada, yang sangat menarik adalah co-processor M7 dan fingerscan sensornya. Co-processor M7 bisa merekam semua gerakan dan menyimpannya tanpa menggunakan daya, sehingga hemat baterai. Dan fingerscan sensor membuat handphone kita lebih secure, sehingga kalau hilang tidak mudah dibuka orang isinya.

Review iPhone 5s, Samsung Galaxy Note 3, dan Sony Xperia Z1
Sedangkan 64 bit processor iPhone yang menurut beritanya paling canggih di antara semua Smartphone diperkirakan belum banyak aplikasi yang mendukungnya, atau lebih banyak fungsinya untuk para maniak game.

Bagaimana dengan Sony Xperia Z1?
Fitur Z1 adalah anti debu dan airnya, serta resolusi kameranya yang luar biasa tinggi. Kamera Z1 dengan resolusi 20.7 mega pixel. Resolusi yang sangat tinggi untuk sebuah handphone, bagaimana dengan Samsung GN3? Super Amoled screen dengan kecerahan warna yang memukau, S-Pen stylus untuk coret2, support LTE dan Ultra High Def video jika kita jeli memilih typenya (N9005 yang diluncurkan di Singapore) dan layarnya yang lebar (5.7 inch) dibanding iPhone 5S (4 inch) dan Z1 (5 inch).

Di antara ketiganya, kelihatannya iPhone 5S, yang mengusung 64 bit processor serta co-processor M7 itu saya perlukan untuk menunjang hidup sehat. Beberapa developer sudah mulai meluncurkan aplikasi yang memanfaatkan kecanggihan co-processor M7 ini untuk mengukur gerakan tubuh kita, mengukur kalori yang terbakar dan lainnya.

Selain itu, di beberapa review, ternyata meskipun kamera iPhone tidak mengusung resolusi tinggi, banyak sekali yang merasakan kehebatannya. Bahkan salah satu senior photographer National Geographic, yang terkenal dengan foto2 alamnya yang indah2, menggunakan iPhone 5S untuk menangkap keindahan alam itu. Dan, di beberapa berita di internet juga, Slow Motion Video iPhone 5S selalu dipuji-puji kecanggihannya. 

Melihat Samsung GN3 dengan beberapa pertimbangan: yaitu yang paling utama adalah lebar layarnya yang cukup lebar untuk browsing dan simple editing foto, kemudian juga Pen Stylusnya yang meskipun tidak terlalu sering saya pakai namun sangat membantu pada saat2 tertentu, serta juga beberapa fitur lain yang ternyata sangat innovative.

Galaxy Note 3 seri N9005 dengan Lebar layarnya, kecerahannya luar biasa, cameranya ternyata memiliki fitur yang handal, virtual keyboardnya lebih presisi daripada GN1 sebelumnya, stylusnya juga lebih baik daripada GN1 dan fitur2nya seperti Air Gesture, Air View, Smart Screen dan terutama Air Command.

Fitur kamera GN3 yang ternyata juga mampu merekam video Slow Motion, seperti fitur di iPhone 5S yang saya inginkan. Plus juga fitur drama yang sangat menarik. Saya heran kenapa kok fitur-fitur itu tidak terexpose seperti halnya iPhone ya, apa karena kehebatan marketing Apple?

Meskipun demikian ada kekurangan produk Samsung, yaitu konsistensi dengan produk lanjutannya. Misalnya jika kita sudah terbiasa menggunakan aplikasi standard di GN1 misalnya aplikasi diary, dan ternyata di GN2 aplikasi tersebut tidak ada, digantikan aplikasi lain yang serta merta juga bisa menghilang di GN3.


Namun melihat banyaknya inovasi dari Samsung, pesaingnya Apple harus berhati-hati. Mereka harus melakukan perubahan jika tidak ingin pangsa pasarnya direbut oleh Samsung yang semakin gencar dengan kreatifitas dan innovasinya. Sebaiknya Apple harus mengeluarkan iPhone layar lebar jika tidak ingin ditinggalkan penggunanya.