DJP Online : Cara Lapor SPT Tahunan via Efiling Pajak Online 2018

Posted by Kembar Pro



Efiling DJP Online merupakan aplikasi layanan pajak elektronik dari Direktorat Jenderal Pajak yang memberikan kemudahan kepada Wajib Pajak Perorangan atau Badan Usaha yang ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak secara online.

Daftar Isi :
  1. Keuntungan Menggunakan Aplikasi eFiling Pajak
  2. Cara Registrasi Pendaftaran Akun DJP Online
  3. Cara Lapor SPT Tahunan via eFiling DJP Online
  4. Tata Cara Pengisian Formulir SPT Tahunan via efiling Pajak
  5. Dokumen Pendukung Lampiran SPT Tahunan Melalui DJP Online

Yang dimaksud SPT Pajak Tahunan disini adalah surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melaporkan perhitungan atau pembayaran pajak, objek pajak atau bukan objek pajak penghasilan, harta dan kewajiban sesuai dengan Undang-Undang Pajak yang berlaku dalam periode satu tahun pajak.


Untuk dapat menggunakan aplikasi DJP Online, Anda diwajibkan memiliki nomor EFIN yang bisa Anda peroleh melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dimana NPWP Anda terdaftar. Langkah selanjutnya adalah melakukan registrasi pendaftaran akun DJP dan mengisi formulir SPT Tahunan melalui situs : https://djponline.pajak.go.id.

Setelah selesai melaporkan SPT Tahunan tersebut, Anda bisa langsung melakukan pembayaran pajak melalui aplikasi eBilling yang terintegrasi dengan sistem DJP Online. Fungsi program ini adalah untuk membuat kode Id Billing sejumlah 15 digit, dan kemudian pembayaran pajak bisa Anda lakukan melalui ATM, Bank, Kantor Pos, Internet Banking, dan Mobile Banking.

Kode Billing ini sebagai pengganti Surat Setoran Pajak (SSP) terhitung sejak Tanggal 1 Juli 2016, dan seluruh pembayaran pajak diwajibkan melalui sistem e-Billing.

Seluruh Wajib Pajak (WP) bisa menggunakan sistem eFiling untuk melaporkan SPT Pajak penghasilan, dimana batas akhir penyampaian laporan SPT tersebut adalah sampai dengan Tanggal 31 Maret 2018 untuk WP Orang Pribadi dan 30 April bagi WP Badan Usaha.

Formulir SPT Elektronik yang bisa langsung diisi melalui aplikasi eFiling adalah SPT Tahunan untuk WP Orang Pribadi. Sedangkan untuk WP Badan Usaha proses penyampaian SPT bisa dilakukan melalui upload ke sistem DJP Online. Saat pengisian formulir Anda akan dipandu oleh sistem efiling hingga proses Pelaporan SPT Pajak Anda selesai.





Cara Lapor SPT Pajak Dengan eFiling DJP Online 2018


Pelaporan dengan menggunakan sistem pajak ini telah diatur oleh Peraturan Ditjen Pajak Nomor : PER-01/PJ/2016, Tentang Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan SPT dan, Nomor : PER-41/PJ/2015, Tentang Pengamanan Transaksi Elektronik Layanan Pajak Online.


Keuntungan Menggunakan Aplikasi eFiling Pajak    

  1. Efisiensi waktu, dimana proses pelaporan SPT dapat dilakukan secara cepat, aman, dan kapan saja (24x7);
  2. Pelaporan SPT melalui Online tanpa dikenakan biaya administrasi dan penghematan kertas (paperless);
  3. Metode penghitungan dilakukan secara komputerisasi sehingga data yang dihasilkan tepat dan akurat;
  4. Kemudahan dalam pengisian SPT karena data diinput dalam bentuk Formulir Elektronik;
  5. Data yang disampaikan Wajib Pajak selalu lengkap karena ada validasi dalam pengisian SPT;
  6. Dokumen data pelengkap seperti (copy Formulir 1721 A1/A2 atau bukti potong Pajak Penghasilan, Slip Setoran Pajak Lembar ke-3 PPh Pasal 29, Surat Kuasa Khusus, perhitungan Pajak Penghasilan terutang bagi Wajib Pajak Kawin Pisah Harta dan atau mempunyai NPWP sendiri, Bukti Pembayaran Zakat), tidak perlu dilampirkan kecuali diminta oleh KPP.


Cara Registrasi Pendaftaran Akun DJP Online Pajak

  • Klik Daftar, Masukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), nomor e-FIN yang Anda peroleh dari KPP, masukkan kode keamanan captcha, dan klik verifikasi ;
  • Setelah itu akan muncul halaman baru mengenai verifikasi pendaftaran ;
  • Nama Anda akan terisi secara otomatis sesuai dengan data NPWP. Periksalah kembali jika data dan nama sudah sesuai, masukkan alamat email Anda,  email tersebut akan digunakan untuk aktivasi dan sebagai sarana penyampaian informasi data terkait dengan pelaporan SPT Tahunan Anda ;
  • Setelah itu, masukkan nomor handphone Anda, dengan diawali no kode negara; untuk wilayah negara Indonesia gunakan kode 62 ;
  • Masukkan password, dan ketik ulang lagi pada kolom konfirmasi password ;
  • Apabila data yang Anda masukkan telah sesuai klik tombol simpan ;
  • Buka alamat email Anda, periksa email masuk dari DJP dan lakukan aktivasi akun Anda dengan mengklik link aktivasi yang telah disediakan ;
  • Selesai sudah proses registrasi pendaftaran akun pada situs Direktorat Jendral Pajak.
 


 Cara Lapor SPT Tahunan via eFiling DJP Online 


DJP Online Login

Artikel Terkait : Bagaimana lapor SPT Pajak Namun Lupa Password DJP Online?

Setelah login Anda akan masuk ke halaman utama dashboard layanan utama DJP Online, untuk memulai membuat SPT Tahunan, klik menu atau logo e-Filing  :


Menu Layanan eFiling DJP Online


Kemudian klik buat SPT :

Membuat File SPT eFiling Pajak


Langkah berikutnya adalah memilih jenis Formulir SPT Tahunan yang sesuai dengan data diri Anda.

Terdapat dua metode cara lapor SPT Tahunan melalui aplikasi efiling DJP Online :

A. Lapor SPT Tahunan melalui upload dokumen   

Setelah Anda mengklik buat SPT diatas, maka Anda akan berada di menu Formulir SPT seperti berikut ini :


Lapor SPT Melalui Upload Dokumen

Pada isian apakah Anda menjalankan usaha atau pekerjaan bebas : Jawab Ya, maka Formulir SPT yang dilaporkan melalui media upload, klik tombol upload SPT, dan Anda akan diarahkan pada menu upload SPT Massa / Tahunan seperti berikut ini :


Aplikasi Upload SPT via DJP Online

Ketentuan utama penyampaian SPT melalui media upload :
  1. File SPT yang dilaporkan harus dibuat dengan menggunakan program e-SPT dari Ditjen Pajak, programnya bisa Anda download disini ;
  2. File SPT yang diupload berektensi CSV, dan dokumen lampirannya dalam format PDF ;
  3. Nomor NPWP yang digunakan dalam pembuatan e-SPT harus sama dengan NPWP yang digunakan untuk login akun DJP.

Jenis-jenis SPT yang dapat dilaporkan melalui metode ini adalah :

  1. SPT Tahunan Perorangan – Formulir 1770 (Anda sebagai pengusaha) ;
  2. SPT Tahunan Perorangan – Formulir 1770 S (Pekerja atau Karyawan dengan penghasilan diatas 60 juta rupiah) ;
  3. SPT Massa Pajak Penghasilan PPh Pasal 4 ayat 2 ;
  4. SPT Massa Pajak Penghasilan PPh Pasal 21/26 ;
  5. SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan Usaha PPh Pasal 29 ;
  6. SPT Massa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).


B. Lapor SPT Tahunan Melalui Pengisian Formulir Elektronik efiling 

Anda bisa mengisi Formulir SPT Elektronik yang telah disediakan oleh sistem eFiling, Adapun kategori Wajib Pajak yang bisa melaporkan SPT secara Online langsung adalah sebagai berikut :
  1. Wajib Pajak Perorangan (Karyawan Swasta, PNS, TNI, POLRI), memperoleh penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, dan pendapatan lainnya bukan dari kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto lebih besar dari 60 Juta rupiah per tahun ;  Anda mengisi Formulir eFiling SPT Elektronik 1770 S ;  
  2. Wajib Pajak Perorangan (Karyawan Swasta, PNS, TNI, POLRI), memperoleh penghasilan hanya dari satu pemberi kerja, dan pendapatan lainnya bukan dari kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan memperoleh penghasilann lebih kecil dari 60 Juta rupiah per tahun dengan mengisi Formulir eFiling SPT Elektronik 1770 SS.


Tata Cara Pengisian Formulir SPT Tahunan via efiling Pajak


Pada Dashboard Utama DJP, klik logo eFiling, setelah itu klik buat SPT, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Anda akan masuk ke halaman pemilihan Formulir SPT seperti berikut ini :
Cara Mengisi Formulir eFiling SPT Elektronik
Jika Anda memilih opsi seperti diatas, maka Anda akan mengisi Formulir Elektronik SPT 1770 SS,  Tutorialnya bisa Anda baca di artikel : Cara Mengisi SPT Formulir Elektronik 1770 SS.
Namun apabila Anda memilih opsi seperti gambar dibawah ini, berarti Anda akan mengisi Formulir Elektronik SPT 1770 S Dengan Panduan.
Cara Memilih Formulir SPT 1770 S

Penjelasan diatas mengenai pasangan suami istri dan masing-masing bekerja dan tidak ingin menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT). Jika Anda  pilih opsi Tidak, nantinya dalam perhitungan pajak, jumlah penghasilan Anda berdua digabung demikian pula dengan nilai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) juga ikut digabung. 

Berikut tutorial : Penghasilan Tidak Kena Pajak Terbaru Tahun 2017, yang membahas tentang elemen apa saja yang menjadi pengurang dalam perhitungan pajak penghasilan.


Selanjutnya kita akan membahas pengisian SPT secara elektronik Formulir 1770 S. Klik SPT 1770 S Dengan Panduan. Pada pengisian SPT ini, terdapat 18 Formulir Elektronik yang wajib Anda isi melalui aplikasi efiling Pajak :


1. Form-1 : Memilih Tahun Pajak Pelaporan  SPT Tahunan



  • Tahun Pajak : Masukkan Tahun Pajak SPT Tahunan yang ingin Anda laporkan, misalnya Tahun 2017.
  • Status SPT, Jika Anda baru pertama kali melapor SPT Tahun 2017 tersebut, pilihlah opsi normal, jika Anda pernah melaporkan SPT untuk Tahun pajak bersangkutan atau melakukan revisi SPT, pilihlah opsi pembetulan dan masukkan angka sesuai dengan urutan revisi.





2. Form-2 : Input Data Pemotongan PPh dari Pihak Ketiga

Cara Memasukkan Data Potongan PPh

Anda bisa menambahkan data bukti pemotongan atas penghasilan yang Anda peroleh. Jika Anda adalah seorang karyawan siapkan Bukti Potong pajak penghasilan PPh 21 Formulir 1771-A1 dan 1771-A2 yang bisa Anda minta ke bagian bendahara atau divisi lainnya yang mengurus perpajakan di kantor Anda. Dokumen ini merupakan bukti potong atas pajak penghasilan Anda yang dipotong oleh perusahaan secara rutin dari gaji bulanan.

Klik Tombol Tambah, Masukkan data sesuai dengan bukti potong yang Anda miliki saat ini, sebagai ilustrasi Kami berikan contoh pengisiannya sebagai berikut :





Pastikan data Anda yang Anda masukkan benar dan sesuai dengan bukti yang ada, setelah klik simpan hasilnya adalah sebagai berikut :



Jika Anda memiliki bukti pemotongan pajak lainnya, dapat juga dimasukkan dalam tambahan perhitungan pemotongan pajak. Jenis Pajak yang bisa dimasukkan ke sistem DJP adalah : PPh 21/ PPh 22/ PPh 23/ PPh 24/ dan PPh Pasal 26.

Berdasarkan dari bukti potong yang ada siapkan juga data mengenai pemotong atau pemungut pajak seperti : Nomor NPWP, Nama, Nomor Bukti, Tanggal Bukti, Jumlah Nominal pajak yang dipotong atau dipungut.

Data mengenai pemotongan pajak tersebut harus sesuai dengan bukti yang Anda miliki seperti :
  • Formulir 1721 A1/A2 ;
  • Formulir 1721-VI ;
  • Bukti Potong PPh 23/26 ;
  • Bukti Pemungutan PPh 22 ;
  • Bukti Potong PPh dari Luar Negeri


3. Form-3 : Input Penghasilan Netto Dalam Negeri

Cara Menginput Penghasilan Netto Dalam Negeri


Masukkan data penghasilan Anda selama setahun periode Januari-Desember pada Tahun Pajak Penghasilan yang dilaporkan.


4. Form-4 : Input Penghasilan Netto Dalam Negeri Lainnya

Penghasilan Dalam Negeri Lainnya

Yang dimaksud penghasilan netto dalam negeri lainnya adalah : pendapatan Bunga, Royalti, Sewa, Hadiah, Keuntungan dari penjualan atau pengalihan harta, dan penghasilan lainnya.

Seluruh pendapatan ini adalah selain yang dikenakan PPh Final, contohnya : Pendapatan Bunga selain Bunga Tabungan dan Deposito, pendapatan sewa selain sewa bangunan atau tanah, pendapatan dari hadiah selain undian. Pendapatan selain selisih kurs dan pembebasan hutang.

Sesuai gambar diatas, Jika Anda tidak ada penghasilan netto dalam negeri lainnya, pilih opsi Tidak.


5. Form-5 : Input Penghasilan dari Luar Negeri

Cara Menginput Penghasilan Luar Negeri

Pilih Tidak, Jika Anda tidak memiliki penghasilan dari luar negeri.


6. Form-6 : Input Penghasilan yang Bukan Objek Pajak

Penghasilan yang Bukan Object Pajak

Pengertian penghasilan yang bukan objek pajak adalah jika Anda menerima salah satu dari pendapatan seperti : Warisan, Penerimaan dari Sumbangan atau Hibah, Beasiswa, dan Klaim Asuransi.

Jika Anda pilih ya, maka ada beberapa jenis penghasilan yang tidak termasuk objek pajak sebagaimana diatur dalam UU PPh Pasal 4 ayat (3).

Sesuai dengan gambar diatas, jika Anda tidak memiliki penghasilan yang bukan objek pajak, pilih opsi Tidak.


7. Form-7 : Input Penghasilan yang pajaknya sudah dipotong secara Final

Pemotongan Pajak Final

Pilih opsi ya, apabila Anda menerima penghasilan yang pajaknya telah dipotong secara final seperti :
  • Pendapatan Bunga Diskonto atau Obligasi ;
  • Bunga Tabungan, Deposito, Diskonto dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI) ;
  • Penjualan Saham di Pasar Modal ;
  • Penerimaan Undian Berhadiah ;
  • Penerimaan Pesangon, Tunjangan Hari Tua, Uang pensiun yang dibayarkan sekaligus ;
  • Hononarium atas Biaya APBN/APBD ;
  • Pengalihan Hak atas Tanah & Bangunan ;
  • Penerimaan atas Deviden ;
  • Transaksi Derivatif ;
  • Penerimaan sewa atas Tanah dan Bangunan ;
  • Penghasilan istri dari satu pemberi kerja ;
  • Bunga simpanan Koperasi ;
  • Penghasilan Lain-Lain yang dikenakan pajak final atau yang bersifat final.
Pilih opsi Tidak, jika Anda tidak menerima penghasilan sesuai yang telah disebutkan diatas.


8. Form-8 : Input Harta

Cara Menginput Harta ke DJP

Jika Anda memiliki salah satu harta atau sejenisnya dari list kelompok harta seperti yang tercantum dibawah ini, pilih opsi Ya, dan klik tombol tambah harta.


Jenis Harta yang dilaporkan adalah :
  • Kas dan Setara Kas : Uang Tunai dalam bentuk Rupiah dan Valuta Asing, Tabungan, Deposito, Giro ;
  • Piutang dan Piutang Afiliasi (Tagihan kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa);
  • Investasi berbentuk Saham, Obligasi, Reksadana, Instrumen Derivatif, Efek-efek (saham, obligasi, commercial paper, dan sebagainya), Penyertaan Modal bukan dalam bentuk saham ;
  • Tanah & Bangunan (Alamat Lokasi serta Luas Tanah & Bangunan & Nomor Object Pajak sesuai dengan SPPT PBB);
  • Alat transportasi kendaraan bermotor : Sepeda Motor, Mobil, Pesawat Terbang, Kapal Pesiar, Helikopter, dan alat transportasi sejenis lainnya ;
  • Keanggotaan Perkumpulan Eksklusif (Keanggotaan Time Sharing,  Club Golf) ;
  • Harta berharga lainnya : Logam Mulia, Batu Permata, Lukisan, dan harta berharga lainnya.

Sebagai ilustrasi kami memasukkan jenis sepeda motor dengan isian data harta di sistem DJP seperti berikut ini :
Input Lapor Harta Baru di DJP
Penambahan Harta

Setelah Anda yakin dengan data tersebut klik tombol simpan dan hasilnya adalah sebagai berikut :
Daftar kelompok Harta



9. Form-9 : Input Hutang

Cara Melaporkan Utang di eFiling

Jika Anda memiliki utang ke lembaga pembiayaan atas perolehan aset, pilih opsi Ya dan klik tombol Tambah utang. Sebagai ilustrasi kami memberikan contoh data hutang leasing atas kepemilikan sepeda motor seperti berikut ini :
Cara Melaporkan Utang Baru via eFiling
Penambahan Hutang 

Masukkan Data sesuai dengan utang yang anda miliki, Jumlah Utang diatas adalah nilai outstanding utang pada BAF Finance pada saat pelaporan SPT. Klik Simpan dan lihatlah data yang tampil apakah sudah sesuai?

Jika Anda yakin klik tombol selanjutnya, namun apabila ingin menambah daftar utang klik tombol tambah dan data ini masih bisa dirubah melalui menu ubah/hapus di kolom action.

Daftar List Utang di DJP






10. Form-10 : Input Anggota Keluarga yang Menjadi Tanggungan

Input PTKP

Pilih Ya, jika Anda memiliki tanggungan dan klik tombol Tambah dan isilah data yang sesuai dengan diri Anda seperti Kami contohkan berikut ini wajib Pajak dengan kategori K/2 atau Kawin dengan tanggungan anak 2 orang :

Input Anggota Keluarga sebagai lampiran PTKP



11. Form-11 : Input Pembayaran Kepada Badan Resmi Amil Zakat

Pajak yang dipotong via Amil Zakat

Pilih opsi ya, apabila Anda membayar zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib atas penghasilan yang menjadi objek pajak kepada Badan Amil Zakat yang dibentuk dan telah disahkan oleh Pemerintah dengan menggunakan bukti setoran yang sah. 

Jika bukan pilih opsi Tidak dan klik langkah selanjutnya.


12. Form-12 : Input Status Wajib Pajak & Golongan PTKP

Status Perpajakan Suami Istri

Contoh diatas adalah kategori K/2 atau Kawin dengan tanggungan dua anak. Terdapat beberapa pilihan pada opsi : Status Kewajiban Perpajakan Suami Istri antara lain :
  • Status HB adalah : suami-isteri telah hidup berpisah berdasarkan dari keputusan hakim ;
  • Status PH adalah : apabila dikehendaki secara tertulis oleh suami istri berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan pendapatan ;
  • Status MT adalah apabila dikehendaki oleh istri yang memilih cara untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri.



13. Form-13 : Input PPh Pasal 24

PPh Pasal 24

Pilih opsi ya apabila Anda memiliki pengembalian atau pengurangan PPh Pasal 24 dari penghasilan luar negeri. Jenis pajak Pasal 24 dimana jumlah PPh yang dipotong / dipungut adalah dengan memperhitungkan mana yang lebih kecil antara jumlah yang sebenarnya, dengan berpatokan pada rumus berikut ini:

(Jumlah Penghasilan dari LN / Penghasilan Kena Pajak) X Total PPh terutang

Perhitungan kredit pajak berdasarkan formula tersebut tidak termasuk Pajak yang bersifat final berdasarkan Pasal 4 ayat (2), Pasal 8 ayat (1) dan ayat (4) Undang-Undang Pajak Penghasilan.

Pilih opsi tidak apabila Anda tidak memiliki pengembalian atau pengurangan PPh Pasal 24 dari penghasilan luar negeri.


14. Form-14 : Input Realisasi Pembayaran PPh pasal 25

Pembayaran PPh Pasal 25

Isian D.14 a : diisi dengan jumlah PPh Pasal 25 yang telah dibayar sendiri selama tahun pajak bersangkutan termasuk jumlah pelunasan pajak Penghasilan PPh yang terutang berdasarkan penghitungan sementara dalam hal ini Wajib Pajak menyampaikan permohonan perpanjangan jangka waktu Pelaporan SPT Tahunan.

Isian D.14 b : diisi dengan jumlah pokok PPh yang terdapat di dalam Surat Tagihan Pajak, dimana nilainya tidak termasuk sanksi administrasi berupa bunga dan atau denda pajak. Jika keduanya tidak ada, kosongkan saja nilainya dan klik langkah selanjutnya.



15. Form-15 : Hasil Perhitungan Pajak Penghasilan

Perhitungan Pajak Penghasilan PPh Pasal 21

Hasil output dari data hasil perhitungan simulasi pelaporan SPT Tahunan Pajak diatas adalah Nihil, klik langkah selanjutnya.


Notes : Pelaporan SPT Tahunan pada sistem efiling Pajak tidak bisa dilanjutkan apabila terdapat hitungan lebih bayar.

Sebaiknya Anda periksa terlebih dahulu apakah seluruh data telah diinput dengan benar. Jika Anda merasa yakin ada kelebihan bayar, sistem akan menolak untuk meneruskan laporan SPT Anda. 

Jika Anda merasa yakin adanya kelebihan bayar maka Anda dianjurkan oleh sistem untuk lapor secara manual ke Kantor Pelayanan Pajak dimana NPWP Anda terdaftar.   


Bagaimana jika terjadi Kurang Bayar?

  • Jika status SPT Anda terdapat kurang bayar maka secara otomatis sitem DJP akan menampilkan menu panel pembayaran pajak ;
  • Setelah Anda melakukan pembayaran, pilih Sudah, masukkanlah NTPN dari Bukti Penerimaan Negara dan Tanggal pembayaran ;
  • Jika Anda masih menunda pembayaran, Sistem DJP memberikan pelayanan pembuatan Surat Setoran Pajak secara Elektronik (Kode Id Billing) untuk proses pembayaran melalui Bank, Kantor Pos Persepsi, Mesin ATM, dan Internet Banking.


Bagaimana jika terjadi Lebih Bayar?

Sesuai dengan Undang-Undang Pajak :
  • Dikembalikan Dengan SKPPKP Pasal 17c ( Bagi Wajib Pajak dengan Kriteria Tertentu), yaitu merupakan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak diperuntukkan bagi wajib pajak dengan kriteria tertentu (WP Patuh) yang ditetapkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak. Persayaratan Wajib Pajak dengan kriteria tertentu tersebut dapat dilihat melalui Pasal 17C UU KUP dan Pasal 1 PMK Nomor 192/PMK.03/2007 ;
  • Dikembalikan Dengan SKKPP Pasal 17D (Bagi Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan tertentu), yaitu merupakan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak yang dapat diberikan kepada Wajib Pajak selain kriteria di atas yang telah memenuhi persyaratan tertentu yang sesuai dengan Pasal 17D UU KUP dan Pasal 1 dan 2 PMK Nomor 193/PMK.03/2007 ;
  • Permohonan Tidak berlaku apabila kelebihan pembayaran pajak dananya berasal dari Pajak Penghasilan PPh yang Ditanggung Pemerintah (DTP).



16. Form-16 : Pemilihan Cara Mengangsur PPh 25 Tahun Berikutnya

Cara Mengangsur Pembayaran Pajak

Pada pertanyaan angsuran PPh Pasal 25 Tahun Pajak berikutnya dihitung berdasarkan :
  • Perhitungan dengan lampiran : Apabila Anda ingin angsuran PPh tersebut berdasarkan perhitungan pajak PPh 21 ;
  • 1/12 dari total pajak penghasilan Tahun 2017.

Anda bisa memilih salah satu dari pilihan diatas, Jika Anda adalah seorang karyawan di suatu perusahaan, biasanya pemotongan PPh 21 Anda berdasarkan data perhitungan dari bagian HRD, Jadi pilihlah Perhitungan Dengan Lampiran.


17. Form-17 : Konfirmasi Persetujuan
Persetujuan Kebenaran Data di DJP Online

Centang pernyataan bahwa Anda telah menyampaikan data tersebut dengan sebenarnya, dan menyadari sepenuhnya akibat sanksi-sanksi hukum sesuai yang berlaku. Klik langkah berikutnya.



18. Form-18 : Pengiriman SPT Tahunan


Pengiriman Laporan SPT Tahunan via eFiling Pajak
Permohonan Kode Verifikasi SPT

Klik tulisan disini warna orange untuk meminta nomor verifikasi untuk pengiriman SPT dari sistem DJP.

Notofikasi via email DJP
Pengiriman Kode via email

Pilih media email untuk menerima kode verifikasi, dan cek email masuk dari : [email protected], dan kode verifikasi dari DJP adalah sebagai berikut :

Kode Aktifasi Pengiriman Dokumen SPT Online
Kode Verifikasi untuk Kirim SPT


Masukkan kode tersebut pada kolom verifikasi dan klik kirim SPT, seperti gambar berikut ini :


Pengiriaman dan upload dokumen ke DJP Online
Proses Kirim SPT ke DJP 

Jika Anda berhasil mengirimkan SPT Tahunan tersebut, Anda akan diarahkan menuju dashboard utama DJP Online. SPT yang berhasil dikirim datanya tertera di List Daftar SPT dimana contohnya bisa Anda lihat berikut ini :


Daftar List SPT yang Berhasil Dikirim via DJP Online

SPT yang telah Anda buat dan berhasil dikirim tersebut bisa Anda cetak melalui menu Action dan kliklah icon printer.

Periksa email masuk dari : [email protected] Anda akan memperoleh email dari sistem efiling pajak mengenai : Bukti Penerimaan SPT Elektronik, seperti gambar berikut ini :


Bukti Penerimaan Pelaporan Pajak di DJP
Bukti Penerimaan SPT Secara Elektronik

Jika Anda mengalami kesulitan dalam pengisian SPT secara elektronik ini Anda bisa menghubungi +6221-1500200, atau melalui Live Chat Kring Pajak

Selain itu Anda juga bisa menghubungi Account Representative di Kantor Pelayanan Pajak Anda terdaftar, atau Anda bisa belajar setahap demi setahap dengan melihat video tutorial lengkap mengenai pengisian SPT secara online :



Update Aplikasi Terbaru DJP Online 2018 : Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada Wajib Pajak, pada Tahun 2018 ini Direktorat Jendral Pajak telah mengeluarkan sitem aplikasi baru yaitu e-Form Pajak. Sistem ini fungsinya lebih kurang sama dengan eFiling, namun kelebihan utamanya adalah sebagai berikut :
  1. Pengisian Formulir SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Perorangan yaitu Formulir 1770 S, 1770 SS, dan 1770, bisa diisi secara offline, dan hasil SPT tersebut bisa langsung diupload ke sistem DJP ;
  2. Menghindari resiko terputusnya jaringan internet saat Lapor SPT Tahunan ;
  3. Efisiensi biaya dan waktu.


Dokumen Pendukung Lampiran SPT Tahunan Melalui DJP Online

Dokumen dan data yang perlu Anda siapkan pada saat lapor SPT Pajak Tahunan adalah sebagai berikut :

A. Wajib Pajak Perorangan; Status Sebagai Pekerja atau Karyawan :
  1. Lembar bukti potong formulir 1721-A1 dan atau 1721-A2, dari Bendahara perusahaan sebagai bukti angsuran pembayaran pajak penghasilan yang biasanya rutin dipotong gaji setiap bulannya ;
  2. Daftar susunan anggota keluarga yang menjadi tanggungan Wajib Pajak ;

B. Wajib Pajak Badan Usaha :
  1. Laporan Keuangan : Neraca dan Laba Rugi ;
  2. Daftar Penyusutan Aktiva Tetap dan Amortisasi Fiskal ;
  3. Perhitungan Kompensasi Kerugian Fiskal ;
  4. Surat Setoran Pajak (SSP) lembar ke-3; Pajak PPh Pasal 29 ;
  5. Surat Kuasa Khusus apabila SPT dikuasakan ke pihak ke-3 atau ditandatangi oleh bukan Pengurus / Direksi ;
  6. Daftar susunan Pemegang Saham, Pengurus, dan Komisaris ;
  7. Dokumen Pendukung Lainnya.

C. Wajib Pajak Perorangan ; Status Sebagai Pengusaha atau Pemilik Pekerjaan Bebas :

  1. Laporan Keuangan : Neraca dan Laba Rugi ;
  2. Daftar Penyusutan Aktiva Tetap dan Amortisasi Fiskal ;
  3. Perhitungan Kompensasi Kerugian Fiskal ;
  4. Surat Setoran Pajak (SSP) lembar ke-3; Pajak PPh Pasal 29 ;
  5. Surat Kuasa Khusus apabila SPT dikuasakan ke pihak ke-3 atau ditandatangi oleh bukan Wajib Pajak ;
  6. Lembar bukti potong formulir 1721-A1 dan atau 1721-A2, dari Bendahara perusahaan sebagai bukti angsuran pembayaran pajak penghasilan yang biasanya rutin dipotong gaji setiap bulannya ; Jika memperoleh gaji ;
  7. Daftar susunan anggota keluarga yang menjadi tanggungan Wajib Pajak ;
  8. Dokumen Pendukung Lainnya ;

Dengan adanya DJP Online ini, Anda hanya cukup melaporkan berapa penghasilan yang Anda peroleh selama satu tahun pajak, jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan, dan angsuran pajak penghasilan yang telah dibayar. Besaran nilai pajak penghasilan terhutang akan terhitung secara otomatis oleh aplikasi efiling Pajak.

Saat pelaporan SPT Tahunan Pajak Tahun 2018, DJP telah berhasil mengembangkan sistem pelayanan pajak satu pintu dimana proses pelaporan dan pembayaran pajak bisa dilakukan dalam satu sistem aplikasi yang saling terintegrasi (Djp Online One Stop Tax Services).

Aplikasi efiling DJP Online ini dirasakan oleh Wajib Pajak sangat membantu saat menyampaikan SPT Tahunan. Sebagai warganegara yang baik semoga Tahun 2018 ini Anda bisa Lapor SPT Tahunan dan menyelesaikan seluruh kewajiban perpajakan Anda.



Sumber Referensi : Situs Resmi Direktorat Jendral Pajak -  http://www.pajak.go.id/