Cara Mencairkan BPJS/Jamsostek melalui e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online & Syaratnya

Posted by Kembar Pro




e Klaim BPJS Ketenagakerjaan secara online merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencairkan Saldo BPJS / Jamsostek dana Jaminan Hari Tua (JHT) Anda secara online dengan login ke website BPJS Ketenagakerjaan (https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/#tenagakerja).

Aplikasi BPJS Ketenagakerjaan online ini bisa Anda akses melalui PC maupun HP, dimana Anda bisa memeriksa berapa saldo JHT yang tersedia dan dapat dicairkan melalui pengisian formulir e Klaim BPJS.

Sebagai informasi bahwa iuran JHT yang dibayarkan adalah 5,7% dari gaji Anda, 3,7% dibayar oleh pemberi kerja dan sisanya 2% dibayar oleh pekerja. Selain itu program BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan bunga 7% per tahun atas saldo JHT tersebut.  

Peserta BPJS / Jamsostek yang bisa mencairkan dana JHT 100%

Saldo JHT bisa Anda cairkan 100% dengan syarat sebagai berikut :
  • Anda sebagai peserta BPJS yang berhenti bekerja atau mengundurkan diri dari Perusahaan ;
  • Anda terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ;
  • Peserta yang telah pensiun atau memasuki usia 56 tahun ;
  • Peserta yang mengalami cacat tetap ;
  • Pindah domisili keluar negeri ;
  • Meninggal dunia.


e Klaim BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek
Image  from : bpjsketenagakerjaan.go.id


Apabila status Anda saat ini masih bekerja dan berkeinginan untuk mencairkan dana JHT, sesuai UU yang berlaku Anda bisa berhak mencairkan dana JHT sebesar 10% sampai dengan 30% asalkan Anda telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS minimal 10 Tahun.

Pada peraturan Pemerintah sebelumnya peserta BPJS baru bisa mencairkan dana JHT setelah 5 Tahun kepesertaan, namun setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua. Perserta dapat mencairkan dana JHT 100%, asalkan telah memenuhi seluruh persyaratan dokumen pencairan.


Dokumen Persyaratan Pencairan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek

Berikut ini beberapa dokumen yang perlu Anda persiapkan sebagai syarat utama untuk mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan.

Pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan baik secara e Klaim maupun manual, tetap harus mempersiapkan dokumen ini, asli dan beserta fotocopinya, antara lain :


Dokumen Persyaratan Pencairan Saldo BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek
  1. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan, jika kartu BPJS Anda hilang, Anda bisa membuat Surat Keterangan kehilangan dari Kepolisian setempat, dan jangan lupa nomor peserta BPJS Ketenagakerjaan Anda ;
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kantor BPJS Ketenagakerjaan lebih mengutamakan pemegang KTP Elektronik (e-KTP), upayakan Anda sudah memilikinya sebelum mengurus pencairan BPJS ;
  3. Kartu Keluarga (KK), pastikan Kartu Keluarga yang Anda lampirkan sesuai dengan KTP Anda ;
  4. Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari Perusahaan (Parklaring), atau surat pengalaman kerja di perusahaan dimana Anda memperoleh tunjangan BPJS Ketenagakerjaan ;
  5. Surat Keterangan pengunduran Diri dari Perusahaan kepada Dinas Ketenagakerjaan, Format Surat Keterangan ini hampir sama dengan surat keterangan berhenti bekerja, namun surat tersebut ditujukan kepada Dinas Ketenagakerjaan. Jika Anda merasa asing dengan format surat ini, berikut kami berikan contohnya dalam format microsoft word : Surat Keterangan ke Dinas Ketenagakerjaan ;
  6. Buku Tabungan, pastikan buku tabungan yang Anda lampirkan namanya sesuai dengan KTP. 
Untuk persyaratan point 7 sampai dengan 17 pada gambar diatas khusus buat Peserta BPJS dengan kriteria : Terkena PHK, Pensiun, Mengalami cacat tetap, Pindah domisili keluar negeri, karena meninggal dunia dan diwakilkan oleh ahli waris.


Cara Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek

Keuntungan utama Anda permohonan pencairan saldo JHT melalui e-Klaim adalah Anda tidak perlu ngantri lagi pada saat penyerahan dan pengecekan dokumen asli.

Anda hanya cukup datang ke Kantor BPJS tersebut dan melapor ke petugas pendaftaran (biasanya diwakili oleh petugas security). Setelah itu menunggu antrian nama Anda dipanggil oleh Customer Service (CS) untuk konfirmasi data, difoto langsung, dan masalah pencairan.

A. Cara Mencairkan Saldo JHT melalui e Klaim BPJS Ketenagakerjaan


 Cara Mencairkan Saldo JHT melalui e Klaim BPJS Ketenagakerjaan

  • Data isian permohonan pencairan saldo JHT BPJS / Jamsostek adalah sebagai berikut :
  1. Nomor e-KTP : isilah nomor e-KTP Anda ;
  2. Nama lengkap : isi nama lengkap Anda sesuai dengan tertera di e-KTP ;
  3. Tanggal lahir : isilah Tanggal lahir Anda, formatnya adalah : Hari-Bulan-Tahun (DDMMYYYY), contoh : 26111980 ;
  4. Nomor Peserta : isilah dengan nomor KPJ BPJS Anda, 11 digit nomor yang tertera di kartu BPJS ;
  5. Alasan klaim : pilihlah salah satu di menu yang tersedia yang sesuai dengan Anda ;
  6. Nomor Handphone : isilah nomor handphone Anda yang masih aktif. Melalui nomor ini Anda akan menerima verifikasi atau kode PIN;
  7. Alamat e-mail : isilah alamat email Anda yang masih aktif . Melalui alamat email ini, Anda akan menerima verifikasi atau kode PIN.
  • Seluruh kolom diatas wajib Anda isi, dan apabila sudah selesai klik tombol proses, setelah itu Anda akan memperoleh kode PIN yang dikirim melalui alamat email atau sms ;
  • Langkah selanjutnya, pilihlah salah satu kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek terdekat yang ada di wilayah Anda dan masukkan kode Pin yang telah Anda terima sebelumnya ;
  • Selanjutnya masukkan data rekening Bank Anda, dan yang terakhir unggahlah dokumen persyaratan pencairan seperti yang telah disebutkan diatas, yang telah Anda scan terlebih dahulu.
Apabila seluruh langkah diatas Anda lakukan dengan benar, Anda akan mendapat konfirmasi melalui email bahwa dokumen tersebut telah berhasil disimpan dan sedang dalam proses persetujuan Kantor Cabang BPJS yang Anda pilih sebelumnya.

Apabila prosesnya berjalan lancar, maksimal dalam tempo 24 jam, Anda akan memperoleh email konfirmasi untuk mendatangi Kantor BPJS yang ditunjuk biasanya lebih kurang 7 hari dengan membawa seluruh Dokumen persyaratan pencairan baik asli maupun fotocopinya.

Email konfirmasi ini sebaiknya Anda print sebagai bukti bahwa Anda telah menyelesaikan permohonan pencairan JHT melalui e-Klaim.

Walaupun proses permohonan pencairan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan secara online bisa melalui e-Klaim namun Anda tetap diminta untuk menyerahkan dokumen asli diatas langsung ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan yang ditunjuk.


B. Mencairkan Saldo JHT dengan Mendatangi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan

Saat ini seluruh kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek di seluruh Indonesia sistemnya sudah online. Jadi Anda bisa mencairkan dana JHT BPJS Anda dimana saja terdapat kantor cabang tersebut.

Namun lebih baiknya Anda mencairkan saldo BPJS dengan mendatangi lokasi cabang yang terdekat dengan lokasi Anda berada saat ini. Alamat Cabang BPJS seluruh indonesia bisa Anda cek melalui website BPJS Ketenagakerjaan melalui link berikut ini : Alamat BPJS Ketenagakerjaan 

Kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan mulai aktif jam 8 pagi, namun biasanya pendaftaran peserta sudah dimulai sejak pukul 6 pagi. Kantor BPJS hanya menerima berkas maksimal 60 peserta dan pendaftarannya berakhir sampai dengan jam 12 siang.

Jadi upayakan Anda bisa hadir lebih awal untuk mendapatkan nomor urut pendaftaran dengan nomor kecil. Pendaftaran pencairan dana JHT ini biasanya dilayani oleh satpam yang merangkap sebagai petugas administrasi.

Jangan lupa membawa seluruh berkas persyaratan baik asli maupun fotocopinya. Data isian formulir pendaftaran pencairan dana JHT sangat sederhana, seperti terlihat pada gambar berikut ini :


Formulir Pencairan Dana JHT BPJS / Jamsostek Ketenagakerjaan

Isilah seluruh data diatas sesuai dengan data diri Anda, setelah itu Anda akan mendapatkan nomor urut pendaftaran, dan menunggu antrian untuk dipanggil oleh customer service untuk klarifikasi data.

Jika proses klarifikasi data selesai, Anda hanya tinggal menunggu saja dana JHT tersebut di transfer ke rekening Anda.

Terdapat dua opsi pilihan metode pencairan yaitu tunai dan transfer, namun kantor BPJS saat ini tidak melayani pembayaran dana JHT secara tunai, melainkan hanya melalui metode transfer Bank.

Menurut informasi dari customer service BPJS, waktu yang dibutuhkan untuk proses transfer dana JHT tersebut dan aktif di rekening Anda adalah maksimal 14 hari kerja. Namun tidak ada salahnya Anda selalu mengecek dana tersebut. Karena biasanya dana JHT tersebut sudah masuk ke rekening Anda lebih kurang 7 hari kerja saja.


Kesimpulan :

  1. Untuk dapat menggunakan fitur e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan secara online, Anda harus memiliki akun di website BPJS Ketenagakerjaan dengan mengakses : https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/#tenagakerja ;
  2. Menggunakan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan untuk pencairan dana BPJS dirasakan sangat efektif dan menghemat waktu Anda ;
  3. Sebelum mengurus pencairan dana JHT ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, sebaiknya Anda melengkapi seluruh dokumen persyaratan pencairan ;
  4. Jika Anda sudah menjadi peserta efektif minimal 10 Tahun, tidak ada salahnya untuk mencairkan sebagian dana JHT (10% - 30%), untuk modal usaha atau keperluan mendesak lainnya.